Sabtu, 18 Januari 2014

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

TES MINAT DAN BAKAT 

BERIKUT ADALAH NAMA KELOMPOK DARI SISTEM INFORMASI PSIKOLGI GUNADARMA 

NAMA KELOMPOK : 

ARINTA AYU 11510104 EDUARDUS SAPTONO PAMBUDI 12510247 ERNING AZZUKHRUF 19510025MIKYAL HUSNUL KHOTIMAH 14510403 RAHMANIA DEWI 15510563 RISA APRIANI 16510023 TIARA INTAN PUTRI 16510886RORO SILVIA YOLANDA 1A512096 

 KELAS : 4PA04 

 ANALISIS KEBUTUHAN TES MINAT DAN BAKAT 1. Eksternal entities  o Subjek 2. Keluaran aplikasi  o Laporan hasil tes 


 PROSES BISNIS TES MINAT DAN BAKAT  1. Subjek/pasien bisa mendatangi/ reservasi terlebih dahulu pada biro  2. Subjek melakukan pemilihan tes dari berbagai macam tes yang tersedia, pada kasus ini adalah Tes minat dan bakat  3. Subjek mengisi formulir yang berisi data pribadi seperti nama, ttl, alamat, umur, pendidikan, jurusan, fakultas, kelas, no.hp, email, dll.  4. Setelah itu subjek diharapkan konsultasi terlebih dahulu pada psikolog agar pemilihan tesnya lebih akurat sesuai review pada data pribadi.  5. Pada tahap tersebut psikolog memberitahu bahwa setiap tes (DAT, FACT, GAT) memiliki harga yang berbeda  6. Setelah pasien memilih, langsung dilakukan tes secara komputerisasi.  7. Hasil tes keluar, pasien diharap melakukan pembayaran.  8. Subjek juga dapat menunggu hasilnya langsung, atau dikirim via pos (ongkir sudah termasuk service)

PROSES BISNIS TES MINAT DAN BAKAT DIBAWAH BERIKUT:


Senin, 10 Juni 2013

BENTUK-BENTUK UTAMA DALAM TERAPI : TERAPI SUPPORTIVE, REEDUCATIVE, RECONSTRUCTIVE TERAPI SUPPORTIVE

TERAPI SUPPORTIVE Adalah suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. Tujuan : 1. menaikkan fungsi psikologi dan sosial 2. menyokong harga dirinya dan keyakina dirinya sebanyak mungkin 3. menyadari realitas, keterbatasannya, agar dapat diterima 4. mencegah terjadinya relaps 5. bertujuan agar penyesuaian baik 6. mencegah ketergantungan pada dokter 7. memindahkan dukungan profesional kepada keluarga Syarat pemberian terapi : 1. gangguan bersifat sedang 2. kepribadian premorbid pasien yang kuat disertai dengan adanya pemulihan diri yang kuat. TERAPI REEDUCATIVE Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri. Cara-cara psikoterapi reduktif antara lain : 1. terapi hubungan antar manusia (relationship therapy) 2. terapi sikap (attitide therapy) 3. terapi wawancara (interview therapy) 4. analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolfmeyer) 5. konseling terapetik 6. terapi case work 7. reconditioning 8. terapi kelompok yang reduktif 9. terapi somatic 2 TERAPI RECONSTRUNCTIVE Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya di alam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luar daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru. Cara psikoterapi reconstructive : 1. Psikoanalisa Freud 2. Psikoanalisa non Freud 3. psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa

Sabtu, 06 April 2013

Pengertian Psikoterapi

Pengertian Psikoterapi Mungkin kita sering mendengar istilah Psikoterapi, namun banyak yang tidak mengertahui persis apa arti Psikoterapi itu. Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu. Ciri-ciri dari defenisi mengenai psikoterapi ini, seperti penjelasan dibawah ini: Interaksi Sistematis Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis. Prinsip-prinsip Psikologis Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi teraupetik. Tingkah Laku, Pikiran dan Perasaan Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh perasaan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari fungsi psikologis ini. Tingkah Laku Abnormal, Memecahkan Masalah, dan Pertumbuhan Pribadi Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok klien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan atau skizofrenia. Kelompok kedua adalah orang-orang yang meminta bantuan untuk menangani hubungan-hubungan yang bermasalah atau menangani masalah-masalah pribadi yang tidak cukup berat dianggap abnormal, seperti perasaan malu atau bingung mengenai pilihan-pilihan karir. Kelompok ketiga adalah orang-orang yang mencari psikoterapi karena psikoterapi dianggap sebagai sarana untuk memperoleh petumbuhan pribadi. Semoga penjelasan diatas dapat membantu anda untuk mengerti arti dari Psikoterapi dan mengaplikasikannya dengan baik.

Minggu, 06 Januari 2013

Multikulturalisme

Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu. Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam. Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.

Akulturasi dan Relasi Internakultural

Akulturasi merupakan sebuah istilah dalam ilmu Sosiologi yang berarti proses pengambil alihan unsur-unsur (sifat) kebudayaan lain oleh sebuah kelompok atau individu. Adalah suatu hal yang menarik ketika melihat dan mengamati proses akulturasi tersebut sehingga nantinya secara evolusi menjadi Asimilasi (meleburnya dua kebudayaan atau lebih, sehingga menjadi satu kebudayaan). Menariknya dalam melihat dan mengamati proses akulturasi dikarenakan adanya Deviasi Sosiopatik seperti mental disorder yang menyertainya. Hal tersebut dirasa sangat didukung faktor kebutuhan, motivasi dan lingkungan yang menyebabkan seseorang bertingkah laku. Contoh akulturasi, seperti saat budaya hip hop dari barat di kombinasikan dengan keroncong budaya jawa. Seperti Bondan Prakoso dengan Feat Two Black. Interkultural adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini) Stewart L. Tubbs, mengatakan bahwa interkultural adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras , etnik , atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi). Sedangkan menurut Fred E. Jandt mengartikan interkultural sebagai interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya. Jadi, Akulturasi dan Relasi Interkultural adalah terdapatnya hubungan atau relasi antara akulturasi dengan interkultural. Ada pun salah satunya akulturasi dapat terwujud dengan adanya peran dari intercultural yaitu proses komunikasi antar budaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Dari proses komunikasi budaya yang berbeda tersebut secara langsung ataupun tidak langsung tercipta akulturasi yaitu Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Singkatnyanya dari komunikasi berbeda budaya menghasilkan perpaduan budaya yang berbeda juga namun tanpa menghilangkan unsur kebudayaan kelompok masing-masing.

Minggu, 04 November 2012

Akulturasi Psikologis

Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga menentukan cara berkomunikasi kita yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan dan norma yang ada pada masing-masing budaya. Sehingga sebenarnya dalam setiap kegiatan komunikasi kita dengan orang lain selalu mengandung potensi komunikasi lintas budaya atau antar budaya, karena kita akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu. Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: saat in remaja-remaja Indonesia sedang maraknya menggunakan istilah-istilah bahasa baru, misalnya KEPO yang artinya ingin mengetahui segala sesuatu yang bukan urusannya. Sedangkan arti dari Kepo itu sendiri adalah kepanjangan Knowing Every Particular Object yang biasa orang barat pakai untuk menyindir orang lain. Namun di dalam negeri kita banyak sekali remaja-remaja yang mengetahui bahwa Kepo itu sendiri adalah bahasa Indonesia, atau bahasa “gaul” baru yang asli Indonesia. Tidak hanya itu, seperti budaya Korea yang sedang marak di perbincangkan dan di adaptasi di Indonesia, mulai baju, gaya berfoto, gaya dalam berdandan, body language yang ceria nan imut sedang marak sekali di negeri kita. Akulturasi sendiri sebenarnya adalah pengikisan budaya, menurut saya. Apalagi dengan pemuda-pemuda Indonesia yang nampaknya sering sekali labil, tidak memiliki karakter yag jelas. Hanya ikut-ikutan apa yang mayoritas remaja lain lakukan. Kadang banyak sekali hal-hal yang merugikan, namun tidak banyak juga yang menguntungkan. Itu mungkin sangat menunjukan bahwa Akulturasi Psikologis remaja di Indonesia sangat lah banyak dan beragam. Dengan pengertian Akulturasi diatas maka, menurut saya ada beberapa teori dari Psikologi Lintas Budaya yaitu dari prespektif teoritis, pengembangan teori baru yaitu Teori Cultural Studies dan Post Modernism. Perspektif ini meletakkan kerangka bagi suatu interpretasi budaya mengenai peranan teknologi komunikasi dan sistem media yang berkembang tahun 1970-an. Hall memandang media massa merupakan instrumen yang penting dari kapitalisme abad ke-20 yang berfungsi memelihara hegemoni ideologi. Media massa dianggap mampu menetapkan kerangka budaya massa. Maka dari itu komunikasi yang kita lakukan sehari-hari sangat banyak sekali yang menggunakan bahasa-bahasa serapan asing, yang artinya Akulturasi tidak akan lepas dari budaya kita. Tentunya proses Akulturasi ini juga tidak lepas dari peran media masa, dan teknologi yang semakin canggih sehingga mempermudah prosesnya itu sendiri. Harusnya kita yang memiliki banyak kebudayaan ini dapat menularkan kebudayaan kita untuk negara lain, jangan malah sebaliknya.
Berjuang terus remaja Indonesia, dan lebih kreatif untuk kedepannya.

Senin, 01 Oktober 2012

TRANSMISI BUDAYA DAN BIOLOGIS

Budaya merupakan cara menjalani hidup dari suatu masyarakat yang ditransmisikan pada anggota masyarakatnya dari generasi ke generasi berikutnya. Proses transmisi dari generasi ke generasi tersebut dalam perjalanannya mengalami berbagai proses distorsi dan penetrasi budaya lain. Hal ini dimungkinkan karena informasi dan mobilitas anggota suatu masyarakat dengan anggota masyarakat yang lainnya mengalir tanpa hambatan. Bentuk – bentuk Transmisi Budaya Enkulturasi Enkulturasi mengacu pada proses dengan makna kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Proses pembudayaan enkulturasi dilakukan oleh orang tua atau orang yang dianggap lebih muda. Tata krama, adat istiadat, keterampilan suatu suku/keluarga biasanya diturunkan kepada generasi berikutnya melalui proses enkulturasi. Dalam proses ini, seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses enkulturasi sudah dimulai sejak kecil, awalnya dari orang dalam lingkungan keluarga lalu dari teman-teman bermain. Maka dari itu sangatlah berpengaruh enkulturasi terhadap pembentukan sikap, watak, dan perilaku seorang individu, karena kita mempelajari dan berkembang dengan didikan orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Sosialisasi Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota. Akulturasi Alkulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Proses pembelajaran di sekolah merupakan proses pembudayaan yang formal (proses akulturasi). Proses akulturasi bukan semata-mata transmisi budaya dan adopsi budaya tetapi juga perubahan budaya. Sebagaimana diketahui, pendidkan menyebabkan terjadinya beragam perubahan dalam bidang sosial, budaya, ekonomi. politik, dan agama. Namun, pada saat yang bersamaan, pendidikan juga merupakan alat untuk konservasi budaya-transmisi, adopsi, dan pelestarian budaya. Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah. Transmisi Budaya Melalui Tahap Perkembangan dan Pola Kelekatan
Attachment pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi kemampuan anak untuk menjalin persahabatan pada masa dewasa muda. Pola relasi orang tua dan anak seringkali seiiring dengan relasi suami dan istri, apalagi pada relasi suami dan istri yang tidak harmonis Pola relasi antara orang tua-anak pada masa bayi dan kanak-kanak sangat menentukan pola kepribadian dan relasi antar-pribadi pada masa dewasa. Seperti pendapat Arnold Gese, sejak usia satu tahun, anak memiliki pengenalan akan identitas dirinya yang mendalam juga akan menjadi benih pertumbuhan kepribadiannya di masa dewasa. Salah satu unsur pola relasi yang penting antara orang tua-anak pada masa bayi dan kanak-kanak disebut pola pertautan (attachment). Maka dari itu Transmisi Budaya seperti Enkulturasi, Sosialisasi, dan Alkulturasi memiliki ikitan yang sangat erat terhadap Pola Kelekatan pada ibu.

PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA

Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas. Namun secara umum psikologi lintas budaya adalah salah satu bagian dari psikologi yang merupakan kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik, mengenai hubungan-hubungan di antara perubahan psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan perubahan biologis, serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam perubahan-perubahan tersebut. Banyak sekali kaitan psikologi lintas budaya dengan disiplin ilmu yang lain. Adapun contohnya sebagai berikut Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Psikologi Sosial, selain berbicara mengenai bagaimana menghadapi kelompok dengan kelompok, psikologi social ini juga mempelajari antara kelompok dengan individu, bagaimana individu dapat beradaptasi dengan budaya, ekologis, norma, dan etika-etika yang dimiliki masing-masing daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda. Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Psikologi Kepribadian, bagaimana individu yang memiliki percampuran budaya memiliki kepribadian yang unik yang seakan-akan mencampurkan berbagai macam budaya dan menjadi karakteristiknya yang selama perjalanan hidupnya budaya itu hidup berdampingan semisalnya orang tua.
Kemudian di bahas pula mengenai Perbedaan Psikologi Lintas budaya dengan Psikologi Indegenous , Indigenous Psychology merupakan suatu terobosan baru dalam dunia psikologi yang mana merupakan suatu untuk memahami manusia berdasarkan konteks kultural/budaya. Perbedaannya adalah psikologi lintas budaya lebih memahami tentang karakteristik individunya dengan etnik tertentu namun psikologi indigenous lebih mendalami mengenai masalah yang di timbulkan oleh individu dari etnik tertentu. Setelah itu ada pula Perbedaan Psikologi Lintas budaya dengan Psikologi Budaya. Psikologi budaya adalah interdisiplin ilmu tentang manusia yang bertujuan untuk mengembangkan beberapa disiplin, khususnya antropologi (satu kesatuan dengan linguistik) yang bermanfaat untuk menganalisa lingkungan sosio-kultural (makna dan sumber-sumber “forms of life”) dalam semua itensionalisme dan kekhususan mereka; dan psikologi (satu kesatuan dengan filosofi) yang bermanfaat untuk analisis tentang person dalam semua intensionalitas dan historisitasnya. Perbedaannya adalah psikologi budaya sangatlah kompleks membahas tentang bagaimana budaya itu bisa ada, apa yang mempengaruhi, bagaimana kehidupan sosialnya dsb. Dan yang terakhir adalah Perbedaan Mengenai Antropologi dengan Psikologi Lintas Budaya. Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Perbedaannya adalah Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Senin, 19 Maret 2012

Fenomena Kesehatan Mental

Belakangan ini banyak sekali headline –headline yang sangat aneh berseliweran di media masa, entah itu yang menyangkut tetang ekonomi, politik, pendidikan, dan masih banyak lagi. Namun semua itu pasti bersangkutan dengan masalah psikologis individu masing-masing. Headline yang saya baca baru-baru ini adalah Demi Lipstik, Ibu Kejam ini Tega Membunuh Anaknya ! sekilas dari ceritanya akan saya tampilkan sebagai berikut :
KISAH YANG SANGAT MEMILUKAN!
Anak perempuan kecil yang malang ini memberitahukan ibunya,"Mama, aku baru saja melukis memakai lipstik mama".
Ibunya yang mendengar hal itu lalu melihat lipstik mahal yang baru saja dibelinya telah tinggal setengah dan wajah dan tangan dan baju anak perempuan telah belepotan dengan lipstik tersebut. Dengan sangat marah, ibu itu mengamuk dan memukuli anak perempuan kecil yang malang tersebut tanpa menghiraukan tangisan dan jeritan dari mulut kecilnya.


Kemudian setelah berhasil melampiaskan emosinya, ibu ini baru sadar kalau anak perempuannya sudah gak bergerak lagi. Ia pun menguncangkan tubuh anaknya sambil menangis dan memohon agar anak perempuannya membuka matanya.
Tapi terlambat,..... jantung anak perempuan itu telah berhenti berdetak.
Dan saat sang ibu melihat ke seprei tempat tidur anaknya, disitu tertulis sebuah tulisan dengan tinta lipstik merah yang tertulis: "Mama, aku sangat mencintaimu".
Sangat memilukan bukan kisah tersebut di karenakan kemarahan sesaat yang tidak bias di bending tanpa harus mengklarifikasinya terlebih dahulu. Kita sering sekali mendengar kisah-kisah tersebut, banyak yang lebih mengenaskan lagi lebih dari itu. Dan apa yang terjadi setelahnya? Penyesalan yang tiada akhir di sepanjang hidupnya, dan bias jadi menbuat sebuah trauma yang mendalam di benak individu tersebut.
”. Menurut model kesehatan mental Fromm, kepribadian yang sehat didorong oleh kebutuhan, orang yang sehat mental memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis ini secara produktif dan kreatif.”
Memang sudah seharusnya menjadi pribadi yang kreatif untuk membuat mental yang sehat. Bia mental kita sehat kita dapat membuat sebuah peluang yang tidak pernah terduga sama sekali dalam hidup kita. Contohnya banyak sekali fenomena-fenomena tentang pengusaha sukses yang berawal dari bawah sekali, ini contoh artikel yang say abaca baru-baru ini:
FAUZI SALEH, Mantan Petugas Keamanan menjadi Pengusaha Sukses
Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya. Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota. Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.
Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.
Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.


Untuk kisah selanjutnya bisa di cek ke
Senang bukan memiliki mental yang sehat? Dapat membuat hidup lebih bermakna dan tidak ada penyesalan dalam hidup.

Kamis, 15 Maret 2012

Tugas Kesehatan Mental

KESEHATAN MENTAL
Mungkin banyak orang yang sering mendengar tentang kesehatan mental menunjukan bagaimana sehatnya akal pikiran kita. Namun sebenarnya kesehatan mental itu apa sih? Disini saya akan mengkaji mengenani kesehatan mental.
Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kejiwaan. Kata mental memilki persamaan makna dengan kata Psyhe yang berasal dari bahasa latin yang berarti Psikis atau Jiwa, jadi dapat diambil kesimpulan bahwa mental hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental.
Nah mental yang sehat adalah mental yang tidak terpengaruh terhadap Stressor (penyebab penyebab stress), oranng yang sehat mentalnya berarti dapat menahan segala tekanan-tekanan yang terjadi pada dirinya yang datangnya dari dalam dirinya maupun dari lingkungannya. Akan tetapi bagaimana sehatnya mental juga bisa di pengaruhi oleh faktor gen, proses belajar, budaya, dan lain-lain. Di telinga orang awam mungkin sering salah mengartikan bahwa mental yang tidak sehat adalah orang yang tidak normal. Sedangkan kesehatan mental memiliki enam kategori yaiitu:
Ciri-ciri kesehatan mental dikelompokkan kedalam enam kategori, yaitu:
 1. Memiliki sikap batin (Attidude) yang positif terhadap dirinya sendiri.
 2. Aktualisasi diri
 3. Mampu mengadakan integrasi dengan fungsi-fungsi yang psikis ada
 4. Mampu berotonom terhadap diri sendiri (Mandiri)
 5. Memiliki persepsi yang obyektif terhadap realitas yang ada
 6. Mampu menselaraskan kondisi lingkungan dengan diri sendiri. (Jahoda, 1980).
Jadi jita tidak bisa men-judge orang sembarangan bahwa ia menderita gangguan mental. Karena, gangguan mental itu sebenarnya dapat dikatakan sebagai perilaku abnormal atau perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dimasyarakat, perilaku tersebut baik yang berupa pikiran, perasaan maupun tindakan. Seperti Alcoholic, depresi, stress dapat di katakan gangguan mental karena menurunnya fungsi mental dan juga menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Adapun gangguan mental yang dijelaskan oleh (A. Scott, 1961) meliputi beberapa hal :
 1. Salah dalam penyesuaian sosial, orang yang mengalami gangguan mental perilakunya bertentangan dengan kelompok dimana dia ada.
 2. Ketidak bahagiaan secara subyektif
 3. Kegagalan beradaptasi dengan lingkungan
 4. Sebagian penderita gangguan mental menerima pengobatan psikiatris dirumah sakit, namun ada sebagian yang tidak mendapat pengobatan tersebut.
Seseorang yang gagal dalam beradaptasi secara positif dengan lingkungannya dikatakan mengalami gangguan mental. Proses adaptif ini berbeda dengan penyesuaian sosial, karena adaptif lebih aktif dan didasarkan atas kemampuan pribadi sekaligus melihat konteks sosialnya. Atas dasar pengertian ini tentu tidak mudah untuk mengukur ada tidaknya gangguan mental pada seseorang, karena selain harus mengetahui potensi individunya juga harus melihat konteks sosialnya.
Dengan adanya pendidikan mengenai Kesehatan Mental kita di harapkan bias menjadi makhluk social yang bias di terima di mata masyarakat dan tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial) Orang yang sehat mental akan senantiasa merasa aman dan bahagia dalam kondisi apapun, ia juga akan melakukan intropeksi atas segala hal yang dilakukannya sehingga ia akan mampu mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri.

Selasa, 10 Januari 2012

Pengalaman Mewawancarai Pengguna Internet

Pada awalnya kami sekelompok di beri tugas untuk mengerjakan tugas Psikologi Internet, kami di beri tugas untuk mewawancarai salah satu pengguna aktif internet. Kemudian kami mewawancarai seorang mahasiswa yang juga juga fakultas psikologi.
Ia menggunakan internet untuk keperluan berbisnis dan mengerjakan tugas-tugas kuliah, dia bisa menggunakan internet sampai berjam-jam lamanya..
Ternyata internet cukup mengasyikan selain bisa mencari wawasan, juga dapat menonton video, mendengarkan lagu, belanja-belanja, bahkan bisa menghasilkan banyak uang. Namun ada baiknya internet di gunakan sebaik mungkin dan sebijaksana mungkin, karena salah-salah akan memebrikan efek samping yang tidak baik untuk fisik anda, bisa menimbulkan penyakit radang sendi, pusing-pusing, bahkan bisa menimbulkan kerusakan pada mata.
Idealnya menggunakan internet atau berhadapan dengan komputer antara 4-5 jam sehari sehingga anda dapat meng istirahatkan  badan anda, dan otak anda. Pengguna internet yang berlebihan juga bisa mengganggu psikologis anda, karena sangking asiknya dunia maya yang tanpa batas, anda bisa mendapatkan sesuatu yang tidak bisa di dapat di dunia nyata, sehingga orang-orang yang addict dengan internet cenderung menjadi orang yang introvet atau tertutup, dan jarang bersosialisasi di kehidupan aslinya.
Pengalaman yang menarik memang dapat mewawancarai si responden bernama Dwi Permatasari Lutan, dan senang bisa bekerja sama dengan http://erningmayudha.blogspot.com/ (Erning Mayudha) dan http://ulaarista.blogspot.com/ Terima kasih semoga pengalaman saya berguna bagi orang banyak.

Rabu, 09 November 2011

Orang Cacat Berprestasi

Lomba marathon internasional 1986 di New York diikuti ribuan pelari dari seluruh dunia. Lomba ini berjarak 42 km. mengelilingi kota New York. Jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan acara ini melalui televisi secara langsung.
Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia kehilangan kedua kakinya karena terkena ranjau saat perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya kedepan.
Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat mungkin ke garis finish. Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton terus bertepuk tangan mendukung para pelari. 5 km telah berlalu. Beberapa peserta mulai kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa yang kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.
Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua tangannya.
Ayah Bob yang berada bersama ribuan penonton lainnya tak henti-hentinya berseru “Ayo Bob! Ayo Bob ! Berlarilah terus”. Karena keterbatasan fisiknya, Bob hanya mampu berlari sejauh 10 km dalam satu hari. Di malam hari, Bob tidur di dalam sleeping bag yang telah disiapkan oleh panitia yang mengikutinya.
Empat hari telah berlalu, dan kini adalah hari kelima bagi Bob Willen. Tinggal dua kilometer lagi yang harus ditempuh. Hingga suatu saat, hanya tinggal 100 meter lagi dari garis finish, Bob jatuh terguling. Kekuatannya mulai habis. Bob perlahan-2 bangkit dan membuka kedua sarung tangannya. Nampak di sana tangan Bob sudah berdarah-darah. Dokter yang mendampinginya sejenak memeriksanya, dan mengatakan bahwa kondisi Bob sudah parah, bukan karena luka di tangannya saja, namun lebih ke arah kondisi jantung dan pernafasannya.
Sejenak Bob memejamkan mata. Dan di tengah2 gemuruh suara penonton yang mendukungnya, samar-samar Bob dapat mendengar suara ayahnya yang berteriak “Ayo Bob, bangkit ! Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Buka matamu, dan tegakkan badanmu. Lihatlah ke depan, garis finish telah di depan mata. Cepat bangun ! Jangan menyerah! Cepat bangkit !!!”
Perlahan Bob mulai membuka matanya kembali. Garis finish sudah dekat. Semangat membara lagi di dalam dirinya, dan tanpa sarung tangan, Bob melompat- lompat ke depan. Dan satu lompatan terakhir dari Bob membuat tubuhnya melampaui garis finish. Saat itu meledaklah gemuruh dari para penonton yang berada di tempat itu. Bob bukan saja telah menyelesaikan perlombaan itu, Bob bahkan tercatat di Guiness Book of Record sebagai satu-satunya orang cacat yang berhasil menyelesaikan lari marathon.
Di hadapan puluhan wartawan yang menemuinya, Bob berkata “SAYA BUKAN ORANG HEBAT. ANDA TAHU SAYA TDAK PUNYA KAKI LAGI. SAYA HANYA MENYELESAIKAN APA YANG TELAH SAYA MULAI. SAYA HANYA MENCAPAI APA YANG TELAH SAYA INGINKAN. KEBAHAGIAAN SAYA DAPATKAN ADALAH DARI PROSES UNTUK MENDAPATKANNYA. SELAMA LOMBA, FISIK SAYA MENURUN DRASTIS. TANGAN SAYA SUDAH HANCUR BERDARAH-DARAH. TAPI RASA SAKIT DI HATI SAYA TERJADI BUKAN KARENA LUKA ITU, TAPI KETIKA SAYA MEMALINGKAN WAJAH SAYA DARI GARIS FINISH. JADI SAYA KEMBALI FOKUS UNTUK MENATAP GOAL SAYA. SAYA RASA TIDAK ADA ORANG YANG AKAN GAGAL DALAM LARI MARATHON INI. TIDAK MASALAH ANDA AKAN MENCAPAINYA DALAM BERAPA LAMA, ASAL ANDA TERUS BERLARI. ANDA DISEBUT GAGAL BILA ANDA BERHENTI. JADI, JANGANLAH BERHENTI SEBELUM TUJUAN ANDA TELAH TERCAPAI”

Minggu, 23 Oktober 2011

Fenomena Jejaring Sosial

Tahun 2000 adalah dimana semua teknologi mulai berkembang pesat, apalagi Jejaring Sosial. Tidak hanya di luar negri, di Indonesia pun mulai booming jejaring social. Jejaring social adalah sebuah perantara dimana semua orang yang terkoneksi dengan internet dapat berinteraksi di dunia maya. Ada beberapa aplikasi dunia maya, seperti Facebook, Friendster, Twiter, Yahoo, MSN, My Space, Tumblr, Blogspot, Hello, Youtube, dan masih banyak lagi.
Aplikasi tersebut meneydiakan fasilitas-fasilitas yang membuat kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, dimana saja, kapan saja, dan dapat memberitahu informasi apa saja. Disana kita bisa bebas berkomunikasi, bahkan kita bisa bebas mengekspresikan diri kita disana, kitapun tidak di larang untuk membuat sebuah account palsu atau lebih dari dua, karena disana tidak ada batasan sama sekali.

Dari kebebasan itu banyak terjadi fenomena jejaring social. Sebelum membahas kasusnya, saya ingin member itahu bahwa memiliki sebuah account di jejaring social pun harus memiliki banyak aturan yang harus di penuhi. Biasanya bila ingin membuat sebuah alamat email yang dapat di koneksikan dengan jejaring social lain ada batasan umur yang harus di penuhi sehingga anak kecil yang belum cukup umur tidak bisa memainkan jejaring social, kemudian alamat yang jelas, password yang hanya di ketahui oleh si empunya, jadi tidak akan terjadi penyalah gunaan dalam jejaring social. Namun dengan berjalannya waktu banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang sebenarnya aturan-aturan tersebut tidak lah wajib adanya. Jadi seringlah terjadi fenomena-fenomena jejaring social. Sebenarnya banyak positive nya memiliki jejaring social, apabila di lakukan dengan benar, misalnya ketenaran yang bisa di dapat dalam sebuah postingan gambar maupun video, kemudian ketenaran karena sering mencurahkan atau sering memposting tulisan-tulisan yang awalnya hanya isenk-isenk belaka, dan yang sedang booming adalah account-account yang suka menulis kata-kata yang nyeleneh atau kata-kata bijak dapat menjadi tenar dan memiliki beribu-ribu pengikut.

Namun tidak hanya positivenya saja, jejaring social juga banyak memiliki dampak negative, seperti pencemaran nama baik, kemudian pembajakan, penculikan, pelecehan sexual, pemerkosaan, dan bahkan yang lebih parah adalah penjualan anak,wanita, bahkan organ-organ vital manusia secara illegal tentunya. Mungkin ada semua bingung mengapa bisa terjadi hal-hal yang segitu fatalnya? Padahal hanya karena mengakses jejaring social. Penyebabnya adalah kurangnya system keamanan yang menyaring informasi-informasi yang keluar dan masuk, kemudian adalah kebebasan yang sangatlah besar dimana tidak ada hukum yang terlalu mempermasalahkan apabila terjadi kejahatan akibat jejaring social tersebut, karena pada dasarnya sudah di buat peraturan yang mengantisipasi kejadian seperti ini.
Namun semua kembali kepada orangnya masing-masing yang harus bisa bertanggung jawab dengan perbuatannya. Karena pada dasarnya jejaring social sebenarnya adalah sarana komunikasi bukan sarana interaksi kejahatan.

Minggu, 09 Oktober 2011

Etika ber interet

Selain untuk memenuhi tugas psikologi Teknologi dan Internet artikel yang saya tampilkan ini adalah sebuah paparan yang dimana setiap pengguna internet semestinya melakukan etika-etika dalam ‘berselancar’ di dunia maya. Selain itu artikel ini timbul akibat maraknya informasi-informasi yang di tampilkan pengguna internet yang melanggar norma-norma da terlalu ‘berani’.Di dunia maya kita tidak hanya sekedar membagikan informasi, atau mengambil informasi, tetapi juga harus memiliki etika atau aturan-aturan yang harus di penuhi guna menimbulkan kesalah pahaman di atara pemakai internet lainnya.
Maksud dari aturan-aturan tersebut antara lain adalah tidak membuat informasi, atau berita-berita yang mengadung SARA sebab hal yang menyinggung tentang agama, ras, suku sangat sensitive di mata masyarakat. Kemudian tidak membuat artikel yang bersifat palsu atau mengada-ngada, tidak sesuai fakta yang ada. Ada baiknya saat membuat artikel kita dapat membuat berita yang sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan tidak bersifat memanipulasi.
Kemudian tidak melakukan cyber criminal dimana mempunyai beberapa tingkatan seperti mencemooh, menghujat orang secara frontal, dan mengumbar berita-berita yang palsu seperti contoh di atas. Lalu etika ber interet lainya adalah tidak menyebarkan informasi yang bersifat porografi atau violence seperti menampilkan foto-foto tidak senonoh baik itu foto pribadi maupun orang lain di dunia maya karena sekarang banyak sekali anak-anak yang di bawah umur dapat mengakses internet secara bebas. Contoh lain berupa informasi violence adalah mengupload foto-foto yang mengarah ke sadisme dan kekerasan fisik.
Ada baiknya bila menggunakan internet dengan tujuan yang positif dan tidak menimbulkan hal-hal yang disebutkan di atas, dan kalau bisa bersifat edukatif, misalnya memberi informasi-informasi yang bersifat mendidik dan tentunya dengan bahasa yang baik pula, agar para pemakai internet bisa lebih smart apalagi bagi anak-anak yang mengakses internet. Dan kalau bisa informasi yag di tampilkan dapat berguna bagi pengguna lain.
Sekian artikel Etike ber internet ini saya buat semoga bisa bermanfaat dan tidak melanggar etika berinteret yang telah di sebutkan saya di atas.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Pengertian dan Penggunaan Internet

Pengertian Internet bagi orang awam yang menggunakan komputer hanya untuk bermain facebook ataupun hanya mengunduh file kesukaan mereka mungkin ada yang belum paham benar pengertian internet terutama siswa yang baru pertama mendapatkan pelajaran mengenai internet di sekolah padahal mereka setiap hari mengaksesnya. Apakah internet itu?

Pengertian Internet (Interconnected Computer Networks) atau definisi internet ialah komputer yang tiada batas yang menjadi jembatan antar komputer satu dengan yang lainnya di seluruh dunia dimana jaringan atau network tersebut mempunyai fasilitas untuk layanan internet seperti Browsing Internet yang berfungsi untuk mendapatkan sumber informasi yang berada di seluruh penjuru dunia melalui world wide web atau yang biasa orang dengar www. dalam World Wide Web, orang dapat mengambil data, memformat serta menampilkan informasi seperti audio, video, grafik maupun text

Pemakaian internet sudah tidak bisa di elakan lagi bagi mahasiswa, mulai dari mencari bahan-bahan tugas atau refernsi, sampai membuka jaringan-jaringan sosial umtuk berkomunikasi atau bahkan hanya untuk mencurahkan perasaan, dan bercanda-canda dengan teman sekalipun. Tidak bisa di bayangkan apabila sampai saat ini internet belum juga lahir, mungkin semua masih di lakukan secara manual dan informasi dalah sesuatu yang sangat langka, karena hanya dengan membaca Koran atau menonton TV saja tidaklah cuckup untuk memuaskan kehausan akan ilmu pengetahuan dan informasi.

Walaupun tingkat pendidikan di Indonesia belum se pesat Negara-negara maju di luaran sana, namun dengan mengakses internet orang-orng yang tidak berpendidikan pun bisa mengetahui apa saja, tinggal buka website bernama Google kemudian ketiklah apa yang ingin anda ketahui dan dengan sekejap anda bisa mengetahui jawabannya. Namun jawaban yang ada di internet belum tentu semuanya benar, karena dunia internet itu sangatlah luas dan bebas. Bahkan hal-hal yang tidak bisa terjadi di dunia nyata bisa terjadi di dunia maya.

Dunia maya itu adalah dunia tanpa batas, disana orang bisa mendapat informasi apa saja, dan memberikan informasi apa saja, komunikasi tanpa melihat orangnya atau tanpa mendengar suaranya bisa terjadi di dunia internet. Namun semua ada baik dan buruknya, baiknya adalah kita bisa mendapat informasi yang jarang kita dapatkan atau suli kita dapatkan di dunia nyata, lalu mudahnya menjalin pertemanan dengan siapa saja, dan mudah untuk mengaksesnya dimana saja. Buruknya adalah sangking bebasnya dunia maya bisa-bisa informasi yang kita dapat adalah informasi yang palsu dan tidak benar akan adanya. Kemudian adalah sangking mudah dan simplenya untuk mendapatkan informasi banyak situs-situ porno yang bisa di akses secara bebas tanpa ada batasan umur bagi penglihatnya. Game-game online yang merajalela pun dapat merusak generasi pecandu game di luaran sana, salah-salah mereka malah bisa tidak bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Rabu, 10 November 2010

Manusia dan Kelisahan

selama hidupnya, manusia pasti pernah mengalami kegelisahan baik intensitasnya sering ataupun jarang, apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang membutuhkan tingkat kompetitifitas yang tinggi untuk hidup di dalamnya. kegelisahan sendiri berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir,tidak senang tidak sabar, cemas sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. sedangkan kita dapat mengetahui tanda tanda bahwa seseorang mengalami ketegang adalah dari tingkah lakunya. tingkah laku yang bagaimana? umumnya seorang yang sedang tegang melakukan hal- hal yang tidak biasa dia lakukan seperti berjalan mondar-mandir, duduk termenung sambil memegang kepalanya dan berbagai hal lain yang mungkin dapat membingungkan orang yang melihatnya.

"Sigmon Freud"seorang ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu: kecemasan kenyataan, kcemasan neoritik dan kecemasan moril

A) kecemasan tentang kenyataan ( objektif )
kecemasan tentang kenyataan adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu wilayah tertentu. ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.

B) Kecemasan Neoritis
kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idnya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. sebagai contohnya ayah dinar akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis dinarpun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. dinar membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana dinar sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan sebuah contoh dari kecemasan Noritis.

C) kecemasan moril
kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.rasa kurang,cinta.
rasa iri, benci,dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain.
sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.

PENYEBAB KEGELISAHAN
Apabila di kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain.
contohnya:
beberapa waktu belakangan ini kita sering mendengar isu bahwa jakarta akan diguncang gempa dengan daya rusak yang setara dengan bom hiroshima pada waktu tertentu. ketika mereka mendengar berita tersebut, mereka langsung panik dan melakukan persiapan untuk mengamankan barang-barang miliknya atau membuat tenda di depan rumah dan menjudge bahwa berita tersebut benar adanya. padahal kalau kita telaah secara mendalam, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui kapan dan dimana gempa itu akan terjadi. hal tersebut dapat terjadi karena mereka takut kehilangan beberapa haknya seperti hak untuk hidup, ak untuk mendapat perlindungan, dan lain lain

CARA MENGATASI KEGELISAHAN
mengatasi kegelisahan ini peratam-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada tuhan.

KETERASINGAN
keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.

Manusia dan Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
CITA-CITA
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.
- Faktor manusia
- Faktor kondisi
- Faktor tingginya cita-cita
KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan nonna-norrna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.
USAHA / PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempuma. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia hams kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia hams rajin belajar dan tekun serta memenuh semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan.
KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
(a) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.
(b) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.
(c) Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.
LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAI1K.
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
(1) Mengenal
(2) Mengerti
(3) Menghayati
(4) Meyakini
(5) Mengabdi

Manusia dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.

Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu."

Dalam wacana keislaman, tanggung jawab adalah tanggung jawab personal. Seorang muslim tidak akan dibebani tanggung jawab orang lain. Allah berfirman: "Setiap jiwa adalah barang gadai bagi apa yang ia kerjakan." Dan setiap pojok dari ruang kehidupan tidak akan lepas dari tanggung jawab. Kullukum râ'in wa kullukum mas'ûlun 'an Ro‘iyyatih.....

Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Rasulullah bersabda: "Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan."

Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.

Ada sebagian orang yang berkata bahwa kesalahan-kesalahan yang ia lakukan adalah takdir yang telah ditentukan Tuhan kepadanya. Dan dia tidak bisa menolaknya. Satu misal sejarah; suatu ketika di masa Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan kemudian dibawa ke hadapan khalifah. Beliau bertanya: "Mengapa kamu mencuri?", pencuri itu menjawab "Ini adalah takdir. Saya tidak bisa menolaknya." Khalifah Umar kemudian menyuruh sahabat-sahabat untuk menjilidnya 30 kali. Para sahabat heran dan bertanya "Mengapa dijilid? bukankah itu menyalahi aturan?" Khlaifah menjawab "Karena ia telah berdusta kepada Allah."

Seorang muslim tidak boleh melepas tangan (menghindar dari tanggung jawab) dengan beralasan bahwa kesalahan yang ia kerjakan adalah takdir yang ditentukan Allah kepadanya. Tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Allah hanya menentukan suratan ulisan) tentang apa yang akan dikerjakan manusia berdasarkan keinginan mereka yang merdeka, tidak ada paksaan. Dari sinilah manusia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan. Mulai dari hal yang sangat kecil sampai yang paling besar. "Barang siap yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula" (al Zalzalah 7-8).

Selasa, 09 November 2010

Manusia dan Harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mari dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa peasn-pesan kebapa ahli warisnya. harapan tersebut tergantung pada tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan, misalnya Rafiq mengharapan nilai a ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi.

B. APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap Lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Doronngan Kodrat Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Kodrat juga terdapat pada binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawa dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan Kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan. Dorongan kebutuhan hidup Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam keebutuhan hidup. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Dengan adanya dorongan kodrat atau dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Kelangsungan hidup (survival) untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang pangan dan papan. setiap bayi begitu lahir di bumi menangis, ia telah mengharapkan diberi makan/minum. Sandang, semula hanya berupa perlindungan/keamanan, untuk melindungi dirinya dari cuaca. Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. Untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang dan papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Keamanan seriap orang membutuhkan keamanan. Bila seorang telah menginjak dewasa, sehingga sudah saatnya Hak dan Kewajiban mencuntai dan dicintai Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai. Status Setiap manusia membutuhkan status.

C. KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengan dalam ucapan sehari-hari itu, maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan atau tidak langsung kepada manusia. Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Kebenaran Kebenaran iatau benar amat penting bagi manusia. Dakam tingkah laku, ucaoan, perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Dalam agama Budha ada ajaran yang dinamakan "jalan utama delapan ruang". Tujuan ajaran itu agar pemeluknya tidak mengalami duka, kegelisahaanm dan ketidakpastian. Ajaran kebenaran itu juuga kita temui dalam agama-agama lain. jelaslah bagi kita, bahwa kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia.

D. BERBAGAI KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
Dasar kepercayaan adalah kebenaran, Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan dibedakan atas: 1. kepercayaan pada diri sendiri 2. kepercayaan kepada orang lain 3. kepercayaan kepada pemerintah 4. Kepercayaan kepada Tuhan

Manusia dan Keadilan

Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.

Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.

Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;

1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.

2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.

3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.

4. dan lain sebagainya.

Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.