Senin, 01 Oktober 2012

PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA

Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas. Namun secara umum psikologi lintas budaya adalah salah satu bagian dari psikologi yang merupakan kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik, mengenai hubungan-hubungan di antara perubahan psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan perubahan biologis, serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam perubahan-perubahan tersebut. Banyak sekali kaitan psikologi lintas budaya dengan disiplin ilmu yang lain. Adapun contohnya sebagai berikut Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Psikologi Sosial, selain berbicara mengenai bagaimana menghadapi kelompok dengan kelompok, psikologi social ini juga mempelajari antara kelompok dengan individu, bagaimana individu dapat beradaptasi dengan budaya, ekologis, norma, dan etika-etika yang dimiliki masing-masing daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda. Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Psikologi Kepribadian, bagaimana individu yang memiliki percampuran budaya memiliki kepribadian yang unik yang seakan-akan mencampurkan berbagai macam budaya dan menjadi karakteristiknya yang selama perjalanan hidupnya budaya itu hidup berdampingan semisalnya orang tua.
Kemudian di bahas pula mengenai Perbedaan Psikologi Lintas budaya dengan Psikologi Indegenous , Indigenous Psychology merupakan suatu terobosan baru dalam dunia psikologi yang mana merupakan suatu untuk memahami manusia berdasarkan konteks kultural/budaya. Perbedaannya adalah psikologi lintas budaya lebih memahami tentang karakteristik individunya dengan etnik tertentu namun psikologi indigenous lebih mendalami mengenai masalah yang di timbulkan oleh individu dari etnik tertentu. Setelah itu ada pula Perbedaan Psikologi Lintas budaya dengan Psikologi Budaya. Psikologi budaya adalah interdisiplin ilmu tentang manusia yang bertujuan untuk mengembangkan beberapa disiplin, khususnya antropologi (satu kesatuan dengan linguistik) yang bermanfaat untuk menganalisa lingkungan sosio-kultural (makna dan sumber-sumber “forms of life”) dalam semua itensionalisme dan kekhususan mereka; dan psikologi (satu kesatuan dengan filosofi) yang bermanfaat untuk analisis tentang person dalam semua intensionalitas dan historisitasnya. Perbedaannya adalah psikologi budaya sangatlah kompleks membahas tentang bagaimana budaya itu bisa ada, apa yang mempengaruhi, bagaimana kehidupan sosialnya dsb. Dan yang terakhir adalah Perbedaan Mengenai Antropologi dengan Psikologi Lintas Budaya. Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Perbedaannya adalah Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Senin, 19 Maret 2012

Fenomena Kesehatan Mental

Belakangan ini banyak sekali headline –headline yang sangat aneh berseliweran di media masa, entah itu yang menyangkut tetang ekonomi, politik, pendidikan, dan masih banyak lagi. Namun semua itu pasti bersangkutan dengan masalah psikologis individu masing-masing. Headline yang saya baca baru-baru ini adalah Demi Lipstik, Ibu Kejam ini Tega Membunuh Anaknya ! sekilas dari ceritanya akan saya tampilkan sebagai berikut :
KISAH YANG SANGAT MEMILUKAN!
Anak perempuan kecil yang malang ini memberitahukan ibunya,"Mama, aku baru saja melukis memakai lipstik mama".
Ibunya yang mendengar hal itu lalu melihat lipstik mahal yang baru saja dibelinya telah tinggal setengah dan wajah dan tangan dan baju anak perempuan telah belepotan dengan lipstik tersebut. Dengan sangat marah, ibu itu mengamuk dan memukuli anak perempuan kecil yang malang tersebut tanpa menghiraukan tangisan dan jeritan dari mulut kecilnya.


Kemudian setelah berhasil melampiaskan emosinya, ibu ini baru sadar kalau anak perempuannya sudah gak bergerak lagi. Ia pun menguncangkan tubuh anaknya sambil menangis dan memohon agar anak perempuannya membuka matanya.
Tapi terlambat,..... jantung anak perempuan itu telah berhenti berdetak.
Dan saat sang ibu melihat ke seprei tempat tidur anaknya, disitu tertulis sebuah tulisan dengan tinta lipstik merah yang tertulis: "Mama, aku sangat mencintaimu".
Sangat memilukan bukan kisah tersebut di karenakan kemarahan sesaat yang tidak bias di bending tanpa harus mengklarifikasinya terlebih dahulu. Kita sering sekali mendengar kisah-kisah tersebut, banyak yang lebih mengenaskan lagi lebih dari itu. Dan apa yang terjadi setelahnya? Penyesalan yang tiada akhir di sepanjang hidupnya, dan bias jadi menbuat sebuah trauma yang mendalam di benak individu tersebut.
”. Menurut model kesehatan mental Fromm, kepribadian yang sehat didorong oleh kebutuhan, orang yang sehat mental memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis ini secara produktif dan kreatif.”
Memang sudah seharusnya menjadi pribadi yang kreatif untuk membuat mental yang sehat. Bia mental kita sehat kita dapat membuat sebuah peluang yang tidak pernah terduga sama sekali dalam hidup kita. Contohnya banyak sekali fenomena-fenomena tentang pengusaha sukses yang berawal dari bawah sekali, ini contoh artikel yang say abaca baru-baru ini:
FAUZI SALEH, Mantan Petugas Keamanan menjadi Pengusaha Sukses
Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya. Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota. Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.
Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.
Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.


Untuk kisah selanjutnya bisa di cek ke
Senang bukan memiliki mental yang sehat? Dapat membuat hidup lebih bermakna dan tidak ada penyesalan dalam hidup.

Kamis, 15 Maret 2012

Tugas Kesehatan Mental

KESEHATAN MENTAL
Mungkin banyak orang yang sering mendengar tentang kesehatan mental menunjukan bagaimana sehatnya akal pikiran kita. Namun sebenarnya kesehatan mental itu apa sih? Disini saya akan mengkaji mengenani kesehatan mental.
Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kejiwaan. Kata mental memilki persamaan makna dengan kata Psyhe yang berasal dari bahasa latin yang berarti Psikis atau Jiwa, jadi dapat diambil kesimpulan bahwa mental hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental.
Nah mental yang sehat adalah mental yang tidak terpengaruh terhadap Stressor (penyebab penyebab stress), oranng yang sehat mentalnya berarti dapat menahan segala tekanan-tekanan yang terjadi pada dirinya yang datangnya dari dalam dirinya maupun dari lingkungannya. Akan tetapi bagaimana sehatnya mental juga bisa di pengaruhi oleh faktor gen, proses belajar, budaya, dan lain-lain. Di telinga orang awam mungkin sering salah mengartikan bahwa mental yang tidak sehat adalah orang yang tidak normal. Sedangkan kesehatan mental memiliki enam kategori yaiitu:
Ciri-ciri kesehatan mental dikelompokkan kedalam enam kategori, yaitu:
 1. Memiliki sikap batin (Attidude) yang positif terhadap dirinya sendiri.
 2. Aktualisasi diri
 3. Mampu mengadakan integrasi dengan fungsi-fungsi yang psikis ada
 4. Mampu berotonom terhadap diri sendiri (Mandiri)
 5. Memiliki persepsi yang obyektif terhadap realitas yang ada
 6. Mampu menselaraskan kondisi lingkungan dengan diri sendiri. (Jahoda, 1980).
Jadi jita tidak bisa men-judge orang sembarangan bahwa ia menderita gangguan mental. Karena, gangguan mental itu sebenarnya dapat dikatakan sebagai perilaku abnormal atau perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dimasyarakat, perilaku tersebut baik yang berupa pikiran, perasaan maupun tindakan. Seperti Alcoholic, depresi, stress dapat di katakan gangguan mental karena menurunnya fungsi mental dan juga menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Adapun gangguan mental yang dijelaskan oleh (A. Scott, 1961) meliputi beberapa hal :
 1. Salah dalam penyesuaian sosial, orang yang mengalami gangguan mental perilakunya bertentangan dengan kelompok dimana dia ada.
 2. Ketidak bahagiaan secara subyektif
 3. Kegagalan beradaptasi dengan lingkungan
 4. Sebagian penderita gangguan mental menerima pengobatan psikiatris dirumah sakit, namun ada sebagian yang tidak mendapat pengobatan tersebut.
Seseorang yang gagal dalam beradaptasi secara positif dengan lingkungannya dikatakan mengalami gangguan mental. Proses adaptif ini berbeda dengan penyesuaian sosial, karena adaptif lebih aktif dan didasarkan atas kemampuan pribadi sekaligus melihat konteks sosialnya. Atas dasar pengertian ini tentu tidak mudah untuk mengukur ada tidaknya gangguan mental pada seseorang, karena selain harus mengetahui potensi individunya juga harus melihat konteks sosialnya.
Dengan adanya pendidikan mengenai Kesehatan Mental kita di harapkan bias menjadi makhluk social yang bias di terima di mata masyarakat dan tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial) Orang yang sehat mental akan senantiasa merasa aman dan bahagia dalam kondisi apapun, ia juga akan melakukan intropeksi atas segala hal yang dilakukannya sehingga ia akan mampu mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri.

Selasa, 10 Januari 2012

Pengalaman Mewawancarai Pengguna Internet

Pada awalnya kami sekelompok di beri tugas untuk mengerjakan tugas Psikologi Internet, kami di beri tugas untuk mewawancarai salah satu pengguna aktif internet. Kemudian kami mewawancarai seorang mahasiswa yang juga juga fakultas psikologi.
Ia menggunakan internet untuk keperluan berbisnis dan mengerjakan tugas-tugas kuliah, dia bisa menggunakan internet sampai berjam-jam lamanya..
Ternyata internet cukup mengasyikan selain bisa mencari wawasan, juga dapat menonton video, mendengarkan lagu, belanja-belanja, bahkan bisa menghasilkan banyak uang. Namun ada baiknya internet di gunakan sebaik mungkin dan sebijaksana mungkin, karena salah-salah akan memebrikan efek samping yang tidak baik untuk fisik anda, bisa menimbulkan penyakit radang sendi, pusing-pusing, bahkan bisa menimbulkan kerusakan pada mata.
Idealnya menggunakan internet atau berhadapan dengan komputer antara 4-5 jam sehari sehingga anda dapat meng istirahatkan  badan anda, dan otak anda. Pengguna internet yang berlebihan juga bisa mengganggu psikologis anda, karena sangking asiknya dunia maya yang tanpa batas, anda bisa mendapatkan sesuatu yang tidak bisa di dapat di dunia nyata, sehingga orang-orang yang addict dengan internet cenderung menjadi orang yang introvet atau tertutup, dan jarang bersosialisasi di kehidupan aslinya.
Pengalaman yang menarik memang dapat mewawancarai si responden bernama Dwi Permatasari Lutan, dan senang bisa bekerja sama dengan http://erningmayudha.blogspot.com/ (Erning Mayudha) dan http://ulaarista.blogspot.com/ Terima kasih semoga pengalaman saya berguna bagi orang banyak.

Rabu, 09 November 2011

Orang Cacat Berprestasi

Lomba marathon internasional 1986 di New York diikuti ribuan pelari dari seluruh dunia. Lomba ini berjarak 42 km. mengelilingi kota New York. Jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan acara ini melalui televisi secara langsung.
Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia kehilangan kedua kakinya karena terkena ranjau saat perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya kedepan.
Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat mungkin ke garis finish. Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton terus bertepuk tangan mendukung para pelari. 5 km telah berlalu. Beberapa peserta mulai kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa yang kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.
Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua tangannya.
Ayah Bob yang berada bersama ribuan penonton lainnya tak henti-hentinya berseru “Ayo Bob! Ayo Bob ! Berlarilah terus”. Karena keterbatasan fisiknya, Bob hanya mampu berlari sejauh 10 km dalam satu hari. Di malam hari, Bob tidur di dalam sleeping bag yang telah disiapkan oleh panitia yang mengikutinya.
Empat hari telah berlalu, dan kini adalah hari kelima bagi Bob Willen. Tinggal dua kilometer lagi yang harus ditempuh. Hingga suatu saat, hanya tinggal 100 meter lagi dari garis finish, Bob jatuh terguling. Kekuatannya mulai habis. Bob perlahan-2 bangkit dan membuka kedua sarung tangannya. Nampak di sana tangan Bob sudah berdarah-darah. Dokter yang mendampinginya sejenak memeriksanya, dan mengatakan bahwa kondisi Bob sudah parah, bukan karena luka di tangannya saja, namun lebih ke arah kondisi jantung dan pernafasannya.
Sejenak Bob memejamkan mata. Dan di tengah2 gemuruh suara penonton yang mendukungnya, samar-samar Bob dapat mendengar suara ayahnya yang berteriak “Ayo Bob, bangkit ! Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Buka matamu, dan tegakkan badanmu. Lihatlah ke depan, garis finish telah di depan mata. Cepat bangun ! Jangan menyerah! Cepat bangkit !!!”
Perlahan Bob mulai membuka matanya kembali. Garis finish sudah dekat. Semangat membara lagi di dalam dirinya, dan tanpa sarung tangan, Bob melompat- lompat ke depan. Dan satu lompatan terakhir dari Bob membuat tubuhnya melampaui garis finish. Saat itu meledaklah gemuruh dari para penonton yang berada di tempat itu. Bob bukan saja telah menyelesaikan perlombaan itu, Bob bahkan tercatat di Guiness Book of Record sebagai satu-satunya orang cacat yang berhasil menyelesaikan lari marathon.
Di hadapan puluhan wartawan yang menemuinya, Bob berkata “SAYA BUKAN ORANG HEBAT. ANDA TAHU SAYA TDAK PUNYA KAKI LAGI. SAYA HANYA MENYELESAIKAN APA YANG TELAH SAYA MULAI. SAYA HANYA MENCAPAI APA YANG TELAH SAYA INGINKAN. KEBAHAGIAAN SAYA DAPATKAN ADALAH DARI PROSES UNTUK MENDAPATKANNYA. SELAMA LOMBA, FISIK SAYA MENURUN DRASTIS. TANGAN SAYA SUDAH HANCUR BERDARAH-DARAH. TAPI RASA SAKIT DI HATI SAYA TERJADI BUKAN KARENA LUKA ITU, TAPI KETIKA SAYA MEMALINGKAN WAJAH SAYA DARI GARIS FINISH. JADI SAYA KEMBALI FOKUS UNTUK MENATAP GOAL SAYA. SAYA RASA TIDAK ADA ORANG YANG AKAN GAGAL DALAM LARI MARATHON INI. TIDAK MASALAH ANDA AKAN MENCAPAINYA DALAM BERAPA LAMA, ASAL ANDA TERUS BERLARI. ANDA DISEBUT GAGAL BILA ANDA BERHENTI. JADI, JANGANLAH BERHENTI SEBELUM TUJUAN ANDA TELAH TERCAPAI”

Minggu, 23 Oktober 2011

Fenomena Jejaring Sosial

Tahun 2000 adalah dimana semua teknologi mulai berkembang pesat, apalagi Jejaring Sosial. Tidak hanya di luar negri, di Indonesia pun mulai booming jejaring social. Jejaring social adalah sebuah perantara dimana semua orang yang terkoneksi dengan internet dapat berinteraksi di dunia maya. Ada beberapa aplikasi dunia maya, seperti Facebook, Friendster, Twiter, Yahoo, MSN, My Space, Tumblr, Blogspot, Hello, Youtube, dan masih banyak lagi.
Aplikasi tersebut meneydiakan fasilitas-fasilitas yang membuat kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, dimana saja, kapan saja, dan dapat memberitahu informasi apa saja. Disana kita bisa bebas berkomunikasi, bahkan kita bisa bebas mengekspresikan diri kita disana, kitapun tidak di larang untuk membuat sebuah account palsu atau lebih dari dua, karena disana tidak ada batasan sama sekali.

Dari kebebasan itu banyak terjadi fenomena jejaring social. Sebelum membahas kasusnya, saya ingin member itahu bahwa memiliki sebuah account di jejaring social pun harus memiliki banyak aturan yang harus di penuhi. Biasanya bila ingin membuat sebuah alamat email yang dapat di koneksikan dengan jejaring social lain ada batasan umur yang harus di penuhi sehingga anak kecil yang belum cukup umur tidak bisa memainkan jejaring social, kemudian alamat yang jelas, password yang hanya di ketahui oleh si empunya, jadi tidak akan terjadi penyalah gunaan dalam jejaring social. Namun dengan berjalannya waktu banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang sebenarnya aturan-aturan tersebut tidak lah wajib adanya. Jadi seringlah terjadi fenomena-fenomena jejaring social. Sebenarnya banyak positive nya memiliki jejaring social, apabila di lakukan dengan benar, misalnya ketenaran yang bisa di dapat dalam sebuah postingan gambar maupun video, kemudian ketenaran karena sering mencurahkan atau sering memposting tulisan-tulisan yang awalnya hanya isenk-isenk belaka, dan yang sedang booming adalah account-account yang suka menulis kata-kata yang nyeleneh atau kata-kata bijak dapat menjadi tenar dan memiliki beribu-ribu pengikut.

Namun tidak hanya positivenya saja, jejaring social juga banyak memiliki dampak negative, seperti pencemaran nama baik, kemudian pembajakan, penculikan, pelecehan sexual, pemerkosaan, dan bahkan yang lebih parah adalah penjualan anak,wanita, bahkan organ-organ vital manusia secara illegal tentunya. Mungkin ada semua bingung mengapa bisa terjadi hal-hal yang segitu fatalnya? Padahal hanya karena mengakses jejaring social. Penyebabnya adalah kurangnya system keamanan yang menyaring informasi-informasi yang keluar dan masuk, kemudian adalah kebebasan yang sangatlah besar dimana tidak ada hukum yang terlalu mempermasalahkan apabila terjadi kejahatan akibat jejaring social tersebut, karena pada dasarnya sudah di buat peraturan yang mengantisipasi kejadian seperti ini.
Namun semua kembali kepada orangnya masing-masing yang harus bisa bertanggung jawab dengan perbuatannya. Karena pada dasarnya jejaring social sebenarnya adalah sarana komunikasi bukan sarana interaksi kejahatan.

Minggu, 09 Oktober 2011

Etika ber interet

Selain untuk memenuhi tugas psikologi Teknologi dan Internet artikel yang saya tampilkan ini adalah sebuah paparan yang dimana setiap pengguna internet semestinya melakukan etika-etika dalam ‘berselancar’ di dunia maya. Selain itu artikel ini timbul akibat maraknya informasi-informasi yang di tampilkan pengguna internet yang melanggar norma-norma da terlalu ‘berani’.Di dunia maya kita tidak hanya sekedar membagikan informasi, atau mengambil informasi, tetapi juga harus memiliki etika atau aturan-aturan yang harus di penuhi guna menimbulkan kesalah pahaman di atara pemakai internet lainnya.
Maksud dari aturan-aturan tersebut antara lain adalah tidak membuat informasi, atau berita-berita yang mengadung SARA sebab hal yang menyinggung tentang agama, ras, suku sangat sensitive di mata masyarakat. Kemudian tidak membuat artikel yang bersifat palsu atau mengada-ngada, tidak sesuai fakta yang ada. Ada baiknya saat membuat artikel kita dapat membuat berita yang sesuai dengan fakta-fakta yang ada dan tidak bersifat memanipulasi.
Kemudian tidak melakukan cyber criminal dimana mempunyai beberapa tingkatan seperti mencemooh, menghujat orang secara frontal, dan mengumbar berita-berita yang palsu seperti contoh di atas. Lalu etika ber interet lainya adalah tidak menyebarkan informasi yang bersifat porografi atau violence seperti menampilkan foto-foto tidak senonoh baik itu foto pribadi maupun orang lain di dunia maya karena sekarang banyak sekali anak-anak yang di bawah umur dapat mengakses internet secara bebas. Contoh lain berupa informasi violence adalah mengupload foto-foto yang mengarah ke sadisme dan kekerasan fisik.
Ada baiknya bila menggunakan internet dengan tujuan yang positif dan tidak menimbulkan hal-hal yang disebutkan di atas, dan kalau bisa bersifat edukatif, misalnya memberi informasi-informasi yang bersifat mendidik dan tentunya dengan bahasa yang baik pula, agar para pemakai internet bisa lebih smart apalagi bagi anak-anak yang mengakses internet. Dan kalau bisa informasi yag di tampilkan dapat berguna bagi pengguna lain.
Sekian artikel Etike ber internet ini saya buat semoga bisa bermanfaat dan tidak melanggar etika berinteret yang telah di sebutkan saya di atas.